Dukung Program Healthy Eating Habit Bersama SGM Eksplor Buah dan Sayur



Gemes ya, setiap melihat anak aktif, lincah dan selalu terlihat ceria. Seakan mereka menghipnotis kita orang dewasa untuk ikut masuk dalam dunia mereka yang penuh keceriaan. Dimulai dari bersikap hingga cara bicara terkadang kita terbawa menjadi seperti mereka. Ngobrol dengan anak-anakpun tidak jauh dari pembahasan mainan dan makanan. Tidak heran setiap bertemu anak-anak kalimat yang langsung meluncur dari mulut adalah,"udah makan belum? Makannya pake apa?"
Entah apakah karena terbiasa atau karena sudah terdoktrin pasti anak-anak menjawab pertanyaan tersebut dengan kalimat, " makan pake ayam goreng. Enak tau..." Yang menjadi pertanyaan saya, "bener gak sih yang diucapkan anak-anak tersebut? Masa iya masak ayam goreng setiap hari?" Dan yang anehnya lagi, tidak pernah anak yang menjawab, "makannya pake sayur bayam dan lauknya pake ikan goreng. Enak tau..."


Dari percakapan sederhana tersebut sudah menggambarkan ketidaksukaan anak terhadap buah dan sayur. Mereka menganggap buah dan sayur tidak enak.Mengapa demikian? Padahal faktanya buah dan Sayur merupakan salah satu komponen penting bagi kesehatan khususnya bagi pertumbuhan anak. Konsumsi sayur dan buah diperlukan tubuh sebagai sumber vitamin, mineral dan serat dalam mencapai pola makan sehat dengan gizi seimbang untuk kesehatan yang optimal.


Tempat acara konferensi pers PAUD  Healthy Eating Habit

Namun, saat ini masyarakat Indonesia hanya mengkonsumsi 34,55 buah kg dan 40,35 kg sayuran per tahun. Jumlah ini jauh dari rekomendasi Food and Agriculture Organization (FAO) bahwa setiap individu harus mengkonsumsi 73 kg buah dan 91,25 kg sayuran setiap tahun. Ironisnya lagi, 97,7% dari anak dibawah usia 5 tahun di Indonesia tidak mengkonsumsi cukup buah-buahan dan sayuran. Kurangnya konsumsi buah dan sayur di Indonesia bisa dihadapi dengan lebih baik jika pola pembentukan makan sehat dimulai sejak usia dini. Perlu kerjasama seluruh stakeholder, bukan hanya keluarga, lingkungan rumah, lingkungan sekolah saja melainkan  peran instansi pemerintah juga sangat penting. 


Melihat kondisi tersebut, Sarihusada tergerak untuk  berpartisipasi dalam upaya mengedukasi masyarakat terutama bagaimana membiasakan makan sehat pada anak melalui “Program Edukasi Healthy Eating Habit (Kebiasaan Makan Sehat)” yang akan dilaksanakan di 20 PAUD di daerah Jabodetabek dan Jawa Barat. Program ini adalah bagian dari komitmen Sarihusada menjadi mitra bagi ibu di Indonesia dalam menyediakan nutrisi tumbuh kembang anak dan upaya untuk mendukung program nasional “Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas)” yang telah dicanangkan pemerintah pada November 2016, dimana mengonsumsi buah dan sayur merupakan salah satu fokus utamanya.


Bertempat di Bebek Bengil Resto yang beralamatkan di jl. K.H Agus Salim No.132, Menteng, Jakata Pusat, Sarihusada mengadakan Konferensi Pers Program Edukasi Kebiasaan Makan Sehat 2017 hari Kamis, 9 Maret 2017. Sarihusada mempertemukan pihak dari Kemendikbud, HIMPAUDI, dokter gastrohepatologi anak serta psikolog anak dan keluarga sepakat untuk membahas pentingnya Healthy Eating Habit (Kebiasaan Makan Sehat) menuju Indonesia Emas 2045.

Penampakan dari luar bebek bengil resto, keren kan tempatnya...

PAUD Dan Edukasi Kebiasaan Makan Sehat
Seperti yang sudah kita ketahui, betapa pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur bagi kesehatan tubuh. Untuk menanamkan pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur akan lebih baik bila dilakukan sejak dini. Dan usia yang tepat ialah pada saat anak berusia 3 - 6 tahun. Di usia 3 -6 tahun anak akan sangat tertarik dengan warna-warni buah yang mencolok. Nah, di usia itulah saatnya kita mengajarkan pentingnya buah dan sayur untuk kesehatan tubuh. Selain itu, kita juga harus mengajarkan betapa enaknya rasa buah dan sayur. Dengan demikian anak-anak akan suka makan buah dan sayur.


Menyadari usia terpenting itu pula, Kemendikbud RI mempunyai program 1 desa 1 PAUD untuk mensosialisasikan makanan sehat bagi anak terutama buah dan sayur. Dalam acara Konferensi Pers Program Edukasi Kebiasaan Makan Sehat 2017, Kepala Sub Direktorat Kurikulum, Direktorat Pembinaan PAUD Kemendikbud RI, diwakili oleh ibu Kurniati Restuningsih, M.Pd mengungkapkan peran penting PAUD dalam menanamkan Healthy Eating Habit (Kebiasaan Makan Sehat) dengan pembelajaran yang tepat tentunya. Pembelajaran belajar calistung konvensional tidak dibenarkan. Pembelajaran yang menyenangnya terbukti merangsang 10 trilyun sel syaraf otak. Begitupun sebaliknya. Apabila anak tahan belajar di PAUD akan menentukan ketahanan belajar di jenjang belajar berikutnya. Untuk menunjang pembelajaran yang menyenangkan pembiasaan makanan sehat Kemendikbud RI telah membuat kurikulum PAUD. Selain itu juga telah menerbitkan buku cerita anak dengan 6 bahasa daerah lengkap denngan CD di dalam buku tersebut.


Bisa nyobain susu SGM Eksplor Buah dan Sayur juga lho. Ternyata enak juga. 
Buat sample nya saja terjaga ke-higienistasnya. Apalagi proses produksi SGM Eksplor Buah dan Sayur, dijamin higienis.

Sependapat dengan ibu Kurniati Restuningsih, M.Pd, Ketua Umum Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (HIMPAUDI) ibu Prof. Dr. Ir. Hj. Netty Herawati, M.Si memaparkan sehebat apapun program kemdikbud tidak akan berhasil tanpa ketercapaian pemenuhan gizi. Yang dihadapi masyarakat Indonesia bukan hanya kekurangan gizi saja, ternyata masyarakat Indonesia juga mempunyai masalah gizi ganda. Masalah gizi ganda yang dihadapi di masyakarat Indonesia sebesar 11% lebih anak-anak Indonesia mengalami obesitas. Pengetahuan mengenai pemenuhan gizi seimbang perlu diberikan tidak hanya untuk orang tua saja. Dalam lingkungan PAUD terutama para guru sangat penting memiliki kompetensi dalam pengetahuan pemenuhan gizi seimbang. Namun faktanya hanya skitar 36 % yang menyelenggarakan program gizi sehat pada PAUD di Riau, padahal perkembangan PAUD sebanyak 100 lembaga/hari. Dan ironisnya hanya 69 orang guru PAUD saja yang lulus kompetensi gizi nilai hanya kisaran 30an saja.



Adek2 PAUD Ceria dari Jakut foto bersama dengan tamu spesial

Pentingnya Mengkonsumsi Buah dan Sayur
Setelah mendapatkan pemaparan pentingnya Edukasi Kebiasaan Makan Sehat di PAUD, berlanjut penjelasan dari dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) Konsultan Gastrohepatologi Anak. Yang menjelaskan mengenai pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur. Menurutnya, anak-anak yang kecukupan gizi dan serat terlihat bersemangat dan ceria. Gizi dan serat menjadi penting untuk tumbuh kembang secara optimal. Khusus untuk pemenuhan serat bisa didapatkan dari buah dan sayur. Dalam serat buah dan sayur terdapat Asam butirat kalau banyak di usus berlanjut ke otak memicu keluarnya hormon cerotonin Cerotonin inilah yang bisa membuat anak bersemangat dan ceria. Di dalam serat buah dan sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang dapat mengurangi risiko terjadinya penyakit tidak menular seperti penyakit jantung, beberapa jenis kanker dan obesitas.

Secara lebih terperinci, berikut ada 5 peranan penting buah dan sayur bagi kesehatan pencernaan
:



 dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) konsultan gastrohepatologi anak

Namun bila kekurangan serat buah dan sayur anak-anak akan mudah marah. Selain itu kekurangan serat buah dan sayur akan menyebabkan konstipasi atau sembelit. Jumlah total sayur yg harus dimakan anak 3-6 tahun sekitar 300gr buah dan sayur yang terbagi dalam beberapa porsi makan. Cara mudahnya setiap harinya membutuhkan sedikitnya 5 porsi buah dan sayur. Happy tummy, happy brain , happy mood peran dari kesehatan dan fungsi saluran cerna. Berikut contoh menu dan jadwal makan untuk balita per harinya:



Pada kesempatan itu pula dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) menjelaskan mengenai rekomendasi konsumsi byah dan sayur. Ternyata buah potong masih utuh seratnya, saat di gigit mengeluarkan karbo dan enzim dan keduanya sangat penting. Enzim selulase hanya ada di serat buah dan sayur. Itu pentingnya mengunyah buah utuh. Menggunakan juicer juga baik namum ada serat tidak larut dalamm air yang dipisahkan.  Beliau menambahkan buah potong, blender, dan juicer semua sehat dan bisa dikombinasikan agar tidak bosan konsumsi.   


Selain itu, dr. Frieda Handayani Kawanto, Sp.A(K) memberikan contoh menu olahan yang berbahan dasar buah dan sayuran. Supaya anak menyukai buah dan sayur serta supaya ibu lebuh kreatif dalam menyusun menu makanan agar anak tidak bosan.



Pemberian buah dan sayur pada anak juga harus memperhatikan keadaan anak itu sendiri. Untuk anak yang sering sembelit, lebih baik konsumsi buah yang banyak air seperti melon dan pepaya. Memberikan anak buah dan sayur tentunya harus disesuaikan dengan kondisi dan tubuhnya. Setelah pemaparan dan penjelasan mengenai pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur terutama bagi anak-anak, sebuah pertanyaan menggeiltik benak saya. "Mengapa anak-anak tidak suka makan buah dan sayur? Apakah gerangan penyebabnya?" 

Ternyata eh ternyata, ada beberapa faktor yang mempengaruhi mengapa anak tufak suka makan buah dan sayur. Apa sajakah faktor-faktor tersebut, betikut penjelasannya:
  • Pembiasaan. Tidak terbiasa mengkonsumsi buah dan sayur sejak kecil akan menyebabkan anak sulit untuk menyukai buah dan sayur. Atau dengan kata lain feeding style atau gaya pemberian makan buah dan sayur yang salah akan memicu anak tidak suka buah dan sayur.
  • Pengetahuan. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki orang tua mengenai pentingnya mengkonsumsi buah dan sayur membuat anak tidak menyukai buah dan sayur. Buah dan sayur sering terlupa karena pengetahuan orang tua yang menganggap hanyalah nasi dan lauk yang mampu membuat anaknya gemuk. Faktanya dalam masyarakat Indonesia masih menganggap anak yang sehat afalah anak yang gemuk. Padahal pemikiran seperti itu salah. 
  • Penyediaan. Kurangnya penyefiaan buah dan sayuran untuk dikonsumsi di rumah bisa membuat anak sulit menyukai buah dan sayur. Seharusnya orang tua menyediakan buah dan sayur terutama sebagai cemilan 2 kali sehari. Selain itu cintoh orang tualah yang sangat penting dalam menumbuh kembangkan kesukaan terhadap buah dan sayur. 
  •  Cara mengolah buah dan sayur yang bervariasi dan kreatif akan membuat anak lebih menyukai buah dan sayur. Lebih menarik tampilannya maka anak akan semakin suka dengan buah dan sayuran.
  • Rasa kurang enak ternyata mempengaruhi anak tidak suka buah dan sayur. Anak usia 3-6 tahun merupakan fase dimana anak sudah bisa memilih mana rasa yang ia sukai atau tidak. 
Dari kelima faktor di atas yang harus segera dibenahi adalah pembiasaan dalam mengkinsumsi buah dan sayur pada anak terutama dalam gaya pemberian maka (feeding style). Untuk mengetahui lebih jelasnya mengenai feeding style yang tepat untuk anak, dalam kesempatan itu Sarihusada sengaja mendatang narasumber psikolog anak dan keluarga yang sudah sangat terkenal yaitu  Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Si (mbak Nina). 

Feeding Style Yang Tepat Untuk Anak

"Proses Pemberian Makan Tepat, Anak Sehat Fusik dan Mental", begitilah bunyi judul slide dari mbak Nina. Dari judul sudah jelas tergambarkan betapa pentingnya feeding style terutama untuk anak. Feeding style menentukan berhasil tidaknya Healthy Eating Habit alias Kebiasaan Makan Sehat. Bagaimana akan menerapkan kebiasaan makan sehat, bila kita tidak mengetahui cara pemberian makan atau feeding style yang tepat?




Menurut mbak Nina, cara pemberian makan (feeding style) yang tepat akan membuat anak menjadi lebih suka makan buah dan sayur. Namun sebaliknya bila cara pemberian makan (feeding style) salah, maka akan membuat anak membenci buah dan sayur.




Sebelum lebih lanjut mbak Nina menjelaskan mengapa Healthy Eating Habit harus dimulai saat balita. .Berikut manfaat fedding style yg baik berpengaruh pada segi fisik, kognitif, bahasa,emosi dan sosial. 
  • Dari segi fisik anak terlatih mengunyah buah dan sayur yang kaya akan serat akan membuat tubuh terutama pencernaan menjadi lebih sehat.
  • Dari segi kognitif dan bahasa feeding style yang tepat akan menambah pengetahuan yang baru dan kosakata sang anak.
  • Dari segi emosi, feeding style yang tepat bisa melatih mengatur emosi saat anak makan.
  • Feeding stlye yg baik membangun kehangatan orang tua dengan anak.

Dari penjelasan tersebut jelas terlihat betapa pentingnya pemilihan feeding style yang tepat. Dalam pemilihan feeding style yang tepat ternyata bukan hanya tanggung jawab orang tua saja, melainkan lingkungan keluarga, lingkungan rumah bahkan lingkungan sekolah. Hal ini terlihat dari gambar di bawah ini.


Dalam feeding style terutama saat pemberian makan buah dan sayut ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Berikut tips dan trik agar sang anak semangat makan terutama buah dan sayur:
  • Perkenalkan buah dan sayur dengan cara dan bentuk-bentuk lucu.
  • Feeding Style sambil menceritakan dongeng atau cerita, suapaya anak dalam keadaan santai dan relax saat makan.
  • Membuat makanan terutama yang berbahan dasar buah dan sayur dalam bentuk semenarik mungkin.
  • Buat anak lapar.
  • Ajak anak untuk ikut memasak.
  • Berikan alat makan lucu.
Sedangkan ada juga hal-hal yang tidak boleh kita lakukan dalam feeding style terhadap anak, yaitu:
  • Tidak boleh dengan cara memaksa atau mencekoki.
  • Tidak boleh terlalu lama waktu makan. Lebih baik tidak melebihi 30 menit. Karena lebih dari 30 menit anak paati akan merasa bosan. Selesai ataupun tidak selesai anak makan dalam waktu 30 menit, peralatan makan yang ada di hadapan anak harus diambil.
  • Tidak melakukan feeding style sambil melakukan aktivitas lain seperti nonton Televisi, bermain dan kegiatan lainnya. Ganti dengan mengajak ngibrol santai si kecil.
  • Jangan membandingkan anak, karensetiap anak mempunyaibkarakter dan pendekatan yang berbeda-beda. Dengan membandingkan anak maka malah akan memberikan label kepada sang anak.
  • Bila menemui penolakan dati anak, jangan langsung panik. Berusaha santai dan menyampaikan kalkmat perkalimat dengan perlahan, santai namun tegas.
Anna Surti Ariani, S.Psi., M.Psi (mbak nina) psikolog anak dan keluarga



Program PAUD Healthy Eating Habit SGM
Dalam rangka mendukung program Healthy Eating Habit, Sarihusada memproduksi susu formula SGM Eksplor Buah dan Sayur. Walaupun susu bukanlah makanan pokok, dan hanyalah pelengkap namun SGM Eksplor Buah dan Sayur mencoba menjawab permasalahan anak yang tidak menyukai buah dan sayur.

Diana Beauty  – Brand Manager SGM Buah dan Sayur PT Sarihusada

Susu SGM Ekplor Buah dan Sayur tetap tidak akan bisa menggantikan serat, vitamin dan mineral yang ada di dalam buah dan sayur. Sadar akan itu, Sarihusada khususnya untuk produk SGM mengadajan program PAUD Healthy Eating Habit (HEH). Betdasarkan pemaparan ibu Diana Beauty  – Brand Manager SGM Buah dan Sayur PT Sarihusada, program HEH ini, telah dimulai sejak tahun 2016 diadakan di 6 PAUD di Jabodetabek. Tahun 2017, PAUD Healthy Eating Habit menjangkau lebih banyak PAUD yaitu 20 PAUD dengan program-program baru yang lebih menarik dan menjawab kebutuhan bunda. SGM Eksplor Buah dan Sayur berupaya memperkenalkan dan meningkatkan kesujaan anak terhadap buah dan sayur melalui cara yang menyenangkan. Seluruh rangkaian program ini berlangsung selama 6 minggu di 10 PAUD Jakarta dan Tangerang. Dilanjutkan 10 PAUD di Jawa Barat. Program ini meliputi penyediaan makanan gizi, buah-buahan dan sayur mayur, serta susu pertumbuhan SGM Eksplor Buah dan Sayur bagi 1.000 anak didik PAUD. 

Program PAUD Healthy Eating Habit

Tahun ini, program program dilaksanakan mulai bulan Maret hingga September 2016. Tak hanya melibatkan anak-anak PAUD, program ini juga melibatkan orang tua dan guru dalam bentuk parenting class. Selain itu dihadirkan juga Celebrity Chef untuk betbagi resep madakan kreatif dalam cooking class. Kemudian ada juga kelas hidroponik agar ibu dapat menanam sayur dan buah sendiri di rumah. Anak-anak juga dibekali berbagai petmainan dan aktivitas intetaktif anak seperti kerajinan tangan, berkebun, serta gerak dan lagu melalui jingle baru SGM Eksplor dengan Buah dan Sayur yang dilaunching bersamaan dengan acara Konferensi Pers Program HEH.
Program dalam PAUD Healthy Eating Habit

Program PAUD Healthy Eating Habit 2017 akan memonitoring peserta PAUD yang mengikuti program ini. Dari peserta didik, guru hingga orang tua peserta didik akan selalu dipantau oleh pihak SGM. Dimulai dari 1 minggu sebelum pelaksanaan hingga program ini selesai dilaksanakan. Kegiatan memonitoring ini bertujuan agar tujuan program ini yaitu ingin merubah kebiasaan yang sebelumnya kurang sehat diharapkan dengan adanya program ini berubah menjadi kebiasaan sehat. Perubahan adalah halbutama yang dicari. Karena dari perubahan maka akan mendatangkan harapan. 

Acara yang begitu sarat akan ilmu merupakan awal dari harapan para bunda unyuk menjadikan si kecil menjadi generasi berprestasi menuju Indonesia Emas 2045. Yuk bunda ajari si kecil dengan Kebiasaan Makan Sehat (Healthy Eating Habit) dengan gemar mengkonsumsi buah dan sayur. Dilengkapi dengan minum susu SGM Eksplor buah dan sayur tentunya. Tentu saja dengan feeding style yang tepat pula yaa... 

Share:

0 komentar

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan memberikan komentar di feriyana.com. Ditunggu lho, kunjungan dan komentar berikutnya.