Revolusi Asuransi Jiwa di Indonesia: Upaya Menepis Sentimen Negatif Masyarakat


Hai semua! Apa kabar? Semoga sehat ya. Harus sehat dong ya. Kenapa harus sehat? Ya karena sakit itu mahal. Mulai dari pendaftaran, biaya konsultasi, biaya pemeriksaan, belum lagi biaya untuk menebus resep obat. Bukan kantong saja yang terkuras. Waktu, tenaga dan pikiran pun ikut terkuras habis juga. 

"Tenang, kan ikut asuransi kesehatan pemerintah dari kantor!", begitulah cara berpikiran sebagian masyarakat Indonesia. Eits, jangan salah. Kata siapa dengan ikut asuransi kesehatan Pemerintah langsung membuat hidup kita tenang?


Di sini saya akan membandingkan antara sistem reimburs perusahaan, asuransi kesehatan pemerintah dan asuransi kesehatan individu swasta. Semua yang saya ceritakan berdasarkan pengalaman yang telah saya alami bukan untuk menjelek-jelekkan salah satu pihak. 
www.feriyana.com
Bingung mau pake sistem reimbursment, asuransi atau bayar sendiri?
Yuk mari kita bandingkan antara sistem pembayaran reimbursment, asuransi kesehatan Pemerintah dan biaya pribadi.

Sistem Pembayaran Reimbursment             

Keuntungan menggunakan sistem pembayaran ini adalah semua biaya biasanya ditanggung perusahaan. Tetapi kekurangan dari sistem ini yaitu bila mendapatkan perusahaan yang pelit, belum tahu sakitnya apa, sudah disuruh untuk pulang. Biasanya perusahaan sudah membicarakan budget maksimal yang dapat dikeluarkan perusahaan kepada pihak rumah sakit. Nah, kebetulan ibu saya mengalami hal tersebut. Permainan perusahaan dan pihak rumah sakit terbilang cantik. Waktu itu ibu dirawat di rumah sakit rujukan perusahaan. Hanya di cek endoskopi dan transfusi darah sudah disuruh untuk pulang tanpa mengetahui ibu sakit apa. Padahal keadaan ibu masih sangat lemah. 

Sistem Pembayaran Asuransi Kesehatan Pemerintah                                             
Keuntungan menggunakan sistem pembayaran dengan asuransi kesehatan pemerintah adalah hampir semua biaya ditanggung oleh asuransi. Hanya beberapa obat tertentu yang biasanya mahal harganya saja yang menggunakan biaya pribadi. Tetapi masih banyak kekurangan pada sistem pembayaran ini. Dari segi prosedur yang hanya bisa di faskes tujuan, surat rujukan, kualitas pelayanan saat konsultasi dan lain sebagainya masih sangat menyulitkan pengguna asuransi kesehatan pemerintah. Kesulitan yang saya sebutkan tadi, saya rasakan sendiri saat berobat ibu. 
www.feriyana.com
Ribetnya menggunakan asuransi kesehatan pemerintah
Saya harus membawa ibu yang saat itu dalam keadaan lemah, harus mondar-mandir hanya demi mendapatkan surat rujukan ke rumah sakit yang kami mau. Sebenarnya yang menjengkelkan adalah prosedurnya yang terlalu berbelit. Justru yang awalnya ibu saya pengin berobat keadaannya malah semakin memburuk karena kecapekan. 

Sistem Pembayaran Pribadi                             
Sudah jelas ya, kalau ada uang  pasti semua urusan akan lebih lancar. Mau berobat ke manapun bisa. Tidak perlu memikirkan rujukan dan lain sebagainya untuk melengkapi prosedur seperti dengan asuransi kesehatan pemerintah. Tetapi kelemahannya adalah harus siap mengeluarkan biayanya yang terbilang fantastis. Terutama untuk penyakit-penyakit berbahaya. Seperti kanker usus besar yang diderita ibu saya. Pernah membeli obat kemoterapi untuk seminggu kalau tidak salah seharga 5 njut gitu... Itu juga sudah lebih murah karena saya belinya di Yayasan Kanker Indonesia.
www.feriyana.com
Sakit tuh mahal. Kalau gak punya uang mending jangan sakit. 
Lalu, bagaimana dengan sistem layanan asuransi kesehatan swasta? Mengapa waktu itu saya tidak menggunakannya untuk pengobatan ibu saya? 

Saat itu, saya dan keluarga merasa tidak percaya kepada asuransi kesehatan swasta. Karena teman saya pernah menceritakan kekecewaannya menggunakan asuransi kesehatan swasta. Waktu itu teman saya membeli polis asuransi kesehatan swasta dari sebuah bank pemerintah ternama. Saat ingin klaim, tiba-tiba pihak asuransi memberitahukan bahwa klaim teman saya tidak bisa didapatkan karena agent yang menangani teman saya tersebut tersangkut masalah dan membawa kabur uang premi yang sudah disetorkan peserta asuransi tersebut. Karena tidak mau ribet, ia memutuskan untuk tidak memperpanjang masalahnya ke pihak yang berwajib. 
www.feriyana.com
Sakit tapi gak punya uang, apakah asuransi solusinya?
Naaah semenjak saya mendengar kejadian seperti itu, saya mulai tidak percaya dengan asuransi jiwa swasta yang di dalamnya sudah terdapat asuransi kesehatan. Saya anggap semua asuransi jiwa swasta seperti itu. Selain karena tidak percaya dan ribet saat proses klaim, saya juga merasa terganggu saat mendapat telepon dari petugas telemarketing asuransi yang menawarkan layanannya. Merasa tidak membutuhkan tapi kok ya selalu ditawarin? 

Selain kedua alasan tersebut, saat itu saya juga belum mengerti mengenai istilah-istilah dalam bidang asuransi. Seperti contohnya Polis, Premi dan Klaim asuransi. 
www.feriyana.com
Sering merasa sebal dengan telemarketing asuransi
Bila kamu-kamu merasakan hal yang sama dengan saya, berikut adalah tips-tips sederhana ala Feriyana yang harus dilakukan sebelum memilih asuransi jiwa swasta:
  • Harus banyak reseach untuk memahami istilah-istilah dalam bidang asuransi dan layanan-layanan yang akan kita beli. Pahami segala seluk beluk di dalamnya. Jangan sampai seperti membeli kucing dalam karung. Banyak lho ternyata orang yang berpendidikan saja belum tentu paham benar layanan apa saja yang ia beli dan yang akan didapatkannya. 
www.feriyana.com
Cari tahu segala sesuatu tentang asuransi
  • Bandingkan penyedia asuransi jiwa swasta satu dengan yang lainnya. Cari tahu track record nya, dari segi keamanan, kemudahan dalam proses klaim dan kemudahan dalam pelayanan penyetoran premi. Kalau perlu cari tahu siapa saja yang sudah menggunakan provider asuransi jiwa swasta tersebut dan sekaligus banyak-banyak baca testimoni customernya. 
  • Pahami layanan apa saja yang dibutuhkan. Jangan sampai kita membeli polis yang tidak akan kita gunakan. Percum alias mubazir kan?
www.feriyana.com
Buatlah list layanan asuransi apa yang diinginkan
  • Cari tahu klinik dan rumah sakit rekanan provider asuransi kesehatan swasta tersebut. Cari sesuai keinginan, bisa berdasarkan jarak dari rumah ke rumah sakit atau karena rumah sakit yang bagus pelayanannya dan lengkap peralatannya. 
Walaupun tidak semua asuransi jiwa swasta ribet dalam proses klaim dan segala permasalahan pelayanan dalam asuransi jiwa swasta lainnya, tetapi sentimen negatif mengenai asuransi jiwa swasta sudah sangat mengakar di kalangan masyarakat Indonesia. Seakan sulit sekali menghilangkan sentimen negatif tersebut dari pikiran masyarakat Indonesia. "Asuransi jiwa swasta? yaaah, sama aja sama yang lainnya. Pasti ribet!" Pemikiran tersebut yang harus dihilangkan dari masyarakat. Bagaimana caranya?

Revolusi asuransi jiwa adalah jawabannya. Dibutuhkan perubahan secara besar-besaran dan harus secara cepat di dalam asuransi jiwa di Indonesia agar dapat terlihat hasilnya secara signifikan. Hasil yang signifikan seperti apa yang di harapkan? Yaa, setidaknya sentimen negatif mengenai asuransi jiwa di Indonesia berkurang dan kalau bisa sentimen negatif tersebut dapat berubah menjadi sentimen positif. 

Nah kebetulan pada hari rabu, 23 Agustus 2017 yang lalu saya berkesempatan menghadiri acara Equity Temu Blogger dan Media dalam rangka memperingati hari jadinya yang ke 30 tahun. Dalam kesempatan yang sama, Equity Life Indonesia mencoba membahas mengenai usaha mereka dalam memulai revolusi dalam asuransi jiwa di Indonesia. 
www.feriyana.com
Keceriaan para blogger dalam acara Equity Temu blogger dan media 
Apa saja yang telah di lakukan Equity Life Indonesia dalam upaya revolusi asuransi jiwa di Indonesia? 

Di tahunnya yang ke 30 ini, Equity Life Indonesia menginginkan revolusi terutama di bidang IT dengan mencakup perbaikan besar-besaran dalam 5 aspek penting. Antara lain adalah saluran distribusi yang diberikan untuk memasarkan produk asuransi, layanan yang diberikan kepada nasabah, pengembangan produk inovatif yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat, menciptakan tenaga pemasar asuransi yang handal, serta pengembangan kreativitas sebagai upaya mengantisipasi pergeseran pola perilaku dan kebiasaan konsumen yang dipengaruhi oleh perkembangan zaman, teknologi dan digital. 

Membicarakan mengenai saluran distribusi yang diberikan untuk memasarkan produk asuransi, Equity Life Indonesia mempunyai 5 saluran distribusi yaitu agency, group business, bancassurance, retail insurance, dan communities market. 

Buat saya yang menarik dari 5 saluran distribusi layanan Equity Life Indonesia, yaitu retail insurance. Equity Life Indonesia akan bekerja sama dengan usaha retail seperti alfamart dan bahkan rencananya nanti akan bekerja sama dengan MAP. *wedeeew inovasinya kece euy... sedangkan melalui communities market, Equity Life Indonesia akan mulai melirik komunitas yang aktif di media sosial salah satu contohnya komunitas blogger. Bahkan untuk selanjutnya akan mulai melirik komunitas arisan ibu-ibu dan majelis taklim. 


Equity Life Indonesia mulai meninggalkan deh tuh yang memasarkan layanannya melalui telemarketing. Kepercayaan nasabah dan pelayanan yang dari hati merupakan hal yang diutamakan Equity Life Indonesia. Dari saluran distribusi saja sudah terlihat jelas revolusi yang diadakan Equity Life Indonesia. 
www.feriyana.com
Samuel Setiawan Presiden direktur (tengah) dan jajaran direksi Equity Life Indonesia. 
Agar lebih mengetahui revolusi apa saja yang akan dilakukan Equity Life Indonesia, yuk kenali terlebih dahulu sekilas mengenai Equity Life Indonesia.

Equity Life Indonesia, tepatnya sejak 16 September tahun 1987 berupaya menyediakan layanan asuransi jiwa individu dan kumpulan yang memiliki produk asuransi jiwa, kesehatan hingga dana pensiun. Waktu 30 tahun bukanlah waktu yang singkat di bidang asuransi jiwa. Mengapa terkesan Equity Life Indonesia bersembunyi dari dunia asuransi jiwa di Indonesia? Padahal kalau kita lihat, banyak asuransi jiwa swasta lainnya gencar mengadakan promosi.

Equity Life Indonesia sengaja tidak ingin gembar-gembor promosi berlebihan mengenai dirinya dan layanannya. Equity Life Indonesia ingin membenahi dan menyiapkan terlebih dahulu semua bagian yang ada di dalamnya demi pelayanan yang maksimal untuk para costumer. Tidak ingin hanya menjual produk lalu meninggalkan customernya. Equity Life Indonesia berusaha tetap menjalin hubungan yang baik dan membina costumernya untuk lebih memahami layanan apa yang telah ia beli. Jadi bukan profit semata yang diharapkan Equity Life Indonesia.   
www.feriyana.com
Presiden direktur Equity Life Indonesia bersama Top Agent of The Year 2016, Indriani Sasmita (memegang piala yang didapatnya)
Equity Life Indonesia telah membuktikan kualitasnya dalam industri asuransi jiwa di Indonesia dengan menyabet 9 (sembilan) penghargaan sekaligus pada ajang Top Agent Awards 2017. 

President Direktur Equity Life Indonesia, Samuel Setiawan mengungkapkan,"merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami menjadi perusahaan asuransi lokal di tanah air yang terus berkembang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia akan asuransi. Kualitas layanan, produk-produk, serta tenaga pemasaran yang kami miliki pun mampu bersaing dengan kompetitor kami lainnya. Hal ini terbukti dengan diraihnya 9 penghargaan pada ajanag Top Agent Awards 2017." 
www.feriyana.com
Sebagai rasa syukur karena mampu bertahan selama 30 tahun dalam industri asuransi jiwa di Indonesia, dalam rangka memperingati ulang tahunnya yang ke 30 tahun Equity Life Indonesia mengangkat tema #UntukmuIndonesia. Equity Life Indonesia mengadakan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan rasa cinta tanah air dengan mengajak masyarakat Indonesia untuk bersama-sama berpartisipasi menjaga serta melestarikan nilai-nilai dan budaya Indonesia dengan mengadakan kompetisi foto yang bertema "Goodness of 30" dan kompetisi blog yang mengusung tema Revolusi Asuransi Jiwa di Indonesia. Kedua kompetisi tersebut berhadiah yang mampu membuat saya berdecak kagum. "Saking ewooow nya..." Bagaimana tidak wow? Hadiah untuk kompetisi foto adalah berlibur ke Bali bersama keluarga, sedangkan hadiah kompetisi blog senilai total 30 juta rupiah. 

Belum cukup menyiapkan hadiah yang fantistis untuk kedua kompetisinya, Equity Life Indonesia juga telah menyiapkan perlindungan gratis senilai 30 juta rupiah selama 30 hari kepada 30.000 masyarakat Indonesia hanya dengan mendaftar dan melengkapi data diri pada microsite.

Pasti semakin penasaran kan? bagi kamu kamu yang penasaran ingin ikut kompetisinya atau ingin mendapat perlindungan gratis dari Equity Life Indonesia, buruan meluncur ke microsite www.equity.co.id/equity30. Atau langsung kepoin akun media sosial dari Equity Life Indonesia yaa... Selamat mencoba dan semoga revolusi asuransi jiwa yang dilakukan oleh Equity Life Indonesia mampu menepis sentimen negatif yang terlanjur berkembang di masyarakat Indonesia. 

www.feriyana.com

Share:

2 komentar

  1. sekarang makin banyak perusahaan asuransi go digital, semoga semakin bagusnya sistem perusahaan bisa lebih menguntungkan nasabah

    ReplyDelete
  2. kepingin ikutan lomba blognya tapi baruuuu banget posting soal asuransi hihihi asik ya sekarang banyak pilihan berasuransi

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan memberikan komentar di feriyana.com. Ditunggu lho, kunjungan dan komentar berikutnya.