Waspada, 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi Pada Anak Yang Tidak Kita Sadari

Halodoc
Hai moms, apa kabar? Menyiapkan menu makanan apa nih hari ini, untuk Si Kecil? Memang gampang-gampang susah ya moms, membuat Si Kecil lahap makan. Lalu, apa yang akan moms lakukan bila Si Kecil susah makan? Pasti memaksanya untuk makan, iya kan? Hayo, ngaku ....

Memaksa Si Secil untuk makan merupakan cara yang paling sering dilakukan. Hal ini wajar, karena moms pasti kuatir kebutuhan gizi Si Kecil akan tidak tercukupi bila susah makan. Bahkan  sampai ada lho yang "nyekoki" Si Kecil agar nafsu makan. 

"Nyekoki" merupakan  istilah di daerah Jawa Tengah untuk menamai pemberian jamu penambah nafsu makan seperti jamu temu lawak, brotowali dengan membuka paksa mulut Si Kecil dan memasukkan jamu tersebut ke dalam mulut. Iiisssh, sadis ya. Saya saja tidak tega melihatnya. Terbukti ampuh sih, Si Kecil jadi tidak susah makan lagi. 

Tetapi cara "nyekoki" ini malah akan membawa dampak negatif bagi perkembangan psikologis Si Kecil lho moms. Bukan hanya itu saja moms, ternyata ada 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak yang tidak kita sadari. Nah lho, jangan-jangan kita termasuk moms yang tidak sadar telah melakukan 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak. 
Halodoc
Halodoc Gathering dalam rangka ulang tahun ke dua
Yuk moms, cek dan waspadai 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak yang tidak kita sadari. Dalam kesampatan Halodoc Gathering (13/04) di Dailycious Cafe, Dr. Herlina, Sp.A, menuturkan bahwa terdapat 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak yang tidak kita sadari, yaitu:
  • Memaksa Si Kecil Untuk Makan
Saat anak enggan makan, jangan paksa Si Kecil mengonsumsi makanannya karena hanya akan membuatnya merasa terpaksa. Justru akan membuat Si Kecil tidak menyukai kegiatan ini. Sebaliknya, biarkan sejenak ketika ia menolak dan minta kembali setelah beberapa waktu. Namun, ingat ya moms untuk membiasakan jam makan tidak berubah. Singkirkan makanan jika jam makan berakhir, sehingga anak tahu bahwa kalau ia tidak makan di jam tersebut, maka ia harus menunggu di jam makan berikutnya. 
  • MPASI Sebelum 6 Bulan
Sampai usia enam bulan, anak sebaiknya diberi ASI ekslusif dan bukannya MPASI. Pada usia ini, sistem pencernaannya belum sempurna. Sehingga pemberian MPASI justru bisa menimbulkan reaksi atau gangguan pencernaan seperti konstipasi atau timbulnya gas. 
  • Makanan Tidak Sesuai Usia
Camilan untuk anak dan orang dewasa itu berbeda. Meskipun yang diberikan itu camilan berupa buah atau jus, tetap saja harus sesuai porsinya. Misalnya memberi jus buah pada balita, disarankan hanya maksimal setengah setengah gelas jus 100% buah dalam sehari. Lebih dari itu hanya akan menambah gula dan berakibat anak tidak merasa lapar pada waktu makan. Camilan dengan nutrisi seimbang yang disarankan adalah buah-buahan, sayur mayur, protein, gandum utuh, atau produk susu.  
  • Pemakaian DOT Terlalu Lama
Pemakaian dot yang terlalu lama pada anak moms dapat berpengaruh buruk pada pembentukan struktur rahang dan gigi Si Kecil. Kebiasaan meminum susu dari dot bisa mengakibatkan bentuk rahang dan gigi Si Kecil. Kebiasaan meminum susu dari dot bisa mengakibatkan bentuk rahang atas yang terlalu maju atau justru rahang bawah yang mundur. Mengurangi penggunaan dot baiknya setelah usia anak moms lebih 6 bulan, kemudian menghentikannya sama sekali beberapa bulan sesudahnya.
  • Banyak Makanan Manis
Pemberian makanan yang manis bagi anak ternyata kurang baik karena menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO) kebutuhan gula harian untuk anak tidak boleh melebihi 10% dari total energi yang dikonsumsi. Hal ini mengindari kelebihan energi dalam tubuh anak. Untuk anak usia 1-3 tahun, 10% sama nilainya dengan 4-5 sendok teh gula. Sedangkan untuk anak usia 4-6 tahun, 10% sama artinya dengan 5-8 sendok teh gula. Pemberian makanan manis yang terlalu banyak, bisa menyebabkan gigi rusak, obesitas, dan anak kehilangan nafsu makan. Menurut ahli medis, anak-anak tidak perlu mengonsumsi makanan atau minuman manis lainnya untuk menjalankan pola makan yang sehat. Asupan minuman atau cemilan manis mengurangi kualitas pola makan anak dan bisa menyebabkan peningkatan berat badan berlebihan, kesehatan gigi yang buruk, dan memunculkan kebiasaan suka terhadap makanan atau minuman manis di masa dewasa.
halodoc
Pemeriksaan kesehatan jadi lebih praktis dengan Halodoc
Hayoo, adakah di antara moms yang tanpa sadar telah melakukan 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak seperti di atas? He he... sayapun ternyata telah melakukan salah satu dari 5 kesalahan tersebut, yaitu memaksakan si kecil untuk makan.

Bersyukur sekali saya mendapatkan informasi yang berharga ini dari Halodoc Gathering. Sehingga gangguan pertumbuhan atau kesehatan si kecil tidak berkelanjutan dan dapat segera ditangani. Lalu, apa saja solusi atau cara yang bisa moms lakukan untuk menghindari 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak tersebut?

Berbicara saja memang mudah. Hindari, hindari dan hindari. Namun, prakteknya hal ini tidak semudah membalikan telapak tangan. Berikut ini beberapa cara yang dapat moms lakukan untuk mulai menghindari 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak, yaitu:
  • Kreatif dalam membuat menu makanan yang mampu menggugah selera si kecil. Misalnya dibuat berbentuk lucu-lucu dan bagi si kecil yang picky eater, moms harus kreatif menyembunyikan bahan makanan yang dibenci si kecil. 
  • Yakinkan hati moms dan keluarga bahwa hingga si kecil berusia 6 bulan, kebutuhan gizinya sudah sangat cukup hanya dengan ASI saja. Pendekatan dan komunikasi dengan keluarga adalah kunci suksesnya menjaga kesehatan dan memaksimalkan pertumbuhan si kecil. 
  • Perkenalkan si kecil dengan botol minum yang menggunakan sedotan secara perlahan di mulai dari si kecil berusia 6 bulan lebih untuk minum susu. Baru kemudian secara bertahap perkenalkan anak minum susu menggunakan gelas. Bahkan kalau perlu pakailah botol minum dan gelas bergambar tokoh favorit si kecil. Selain itu juga harus jauhkan empeng sedini mungkin. Alihkan perhatian si kecil dengan hal yang lainnya. 
  • Perhatikan jumlah gula dalam makanan yang akan moms berikan untuk si kecil. Walaupun rasa manis akan menggugah selera, tetapi ada banyak dampak negatif yang ditimbulkan dari kadar gula yang berlebih dalam makanan. Lebih baik gunakan rasa manis alami dari buah atau madu. 
Walaaah, ternyata ribet juga ya. Eits, apa sih yang tidak moms lakukan untuk si kecil. Bahkan nyawapun akan moms berikan demi yang terbaik untuk si kecil, ya toh?

Tenang moms, sekarang ini tidak perlu ribet lagi. Seribu satu macam permasalahan mengenai si kecil, sudah dalam genggaman tangan. Sekarang ini moms sydah bisa menggunakan aplikasi Halodoc, dengan memiliki aplikasi Halodoc, #SehatLebihMudah. Gak perlu lagi ribet mondar-mandir konsultasi ke dokter, jauh-jauh membeli obat ke apotik dan lain sebagainya. 

Lha kok bisa? Bagaimana caranya? Memangnya apa sih Halodoc? Gini nih moms, langsung saya ceritakan ya. Jadi sekarang ini moms bisa konsultasi dokter anak dan membeli obat tanpa harus keluar rumah. Dengan kekuatan jari, moms bisa lakukan dengan tetap fokus mengurusi si kecil. Caranya dengan mendownload aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play.
Halodoc
Gambar bersumber aplikasi Halodoc
Halodoc merupakan start-up Indonesia berupa aplikasi kesehatan layaknya kotak P3K berjalan yang selalu di genggaman dengan memberikan kemudahan dalam menjaga dan memeriksa kesehatan seluruh anggota keluarga. Pengguna dapat mengkomunikasikan berbagai permasalahan kesehatan pada hampir 19.000 dokter ahli dari berbagai spesialisasi di seluruh Indonesia melalui chat dan video atau voice call.  

Aplikasi Halodoc memiliki fitur-fitur yang sangat memudahkan penggunanya dalam mendapatkan informasi dan pelayanan kesehatan, di antaranya yaitu: 
  • Hubungi Dokter, berkonsultasi langsung dengan dokter anak melalui chat, dan video atau vooice call. Aplikasi Halodoc memiliki tim medis mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis, hingga spesialis mata yang online 24 jam.  Moms bisa leluasa memilih dokter untuk konsultasi karena di Halodoc daftar dokter dilengkapi dengan jadwal online, menangani bidang apa bahkan lama pengalaman menjadi dokter. Biaya konsultasinya murah kok, ada di kisaran Rp 35.000,00 bahkan banyak juga yang gratis.
  • Apotik Antar (Pharmacy Delivery), fitur layanan apotik 24 jam yang bebas biaya pengantaran dan langsung diantar dalam waktu 60 menit. Moms bisa membeli kebutuhan kesehatan menggunakan resep dokter ataupun tidak. Langsung foto dan unggah resep bila moms menggunakan resep dokter, namun bila tidak menggunakan resep langsung saja ketik nama obat di kolom pencarian. Dalam fitur apotik antar ini, Halodoc telah bekerja sama dengan Watson dan lebih dari 1.000 apotek yang tersebar lebih dari 20 kota di Indonesia. Kalau soal harga, sama kok dengan yang dijual di apotik.     
  • Labs Service, layanan pengecekan kesehatan yang bekerjasama dengan Prodia. Fitur ini memungkinkan phlebotomist (petugas lab) untuk datang ke rumah atau kantor dan melakukan pengecekan kesehatan seperti cek darah, ataupun urin. Dalam aplikasi Halodoc terdapat 18 jenis paket pengecekan. Saat ini fitur Labs dapat dimanfaatkan oleh pengguna di sekitar Jakarta Pusat dan Selatan.
Nah, lengkap kan! Halodoc memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan dalam pemeriksaan kesehatan. Dijamin lebih praktis dengan adanya Halodoc. Bukan sekedar aplikasi untuk menjalankan fungsi kuratif atau penyembuhan, tetapi juga dari sisi preventif kesehatan. Untuk itu, buruan yuk moms segera download aplikasi Halodoc di smartphone. Segera ya, karena mumpung ulang tahun Halodoc yang ke dua nih, ada banyak promonya.

"Di ulang tahun kedua Halodoc ini, kami ingin mengajak para ibu untuk lebih aware terhadap pengasuhan gizi anak yang tepat. Selain itu, melalui kampanye #KataDokterHalodoc kami ingin menyampaikan pesan #SehatLebihMudah karena ibu bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang tepat sasaran kepada anak-anaknya," tutup Blessy, Manager Offline Marketing Halodoc. Jadi acara Halodoc Gathering dengan tema 5 kesalahan pola asuh gizi pada anak sangatlah cocok diadakan dalam rangka ulang tahun kedua Halodoc

"Dengan saran dari ahli medis serta tindakan yang benar saat menangani gizi dalam masa perkembanngan anak atau ketika anak sakit, anak dapat pulih dalam kondisi yang cepat dan meminimalisir berbagai kejadian yang dapat berakibat fatal", tutup dr Herlina, S.Sp.A dalam kesempatan Halodoc Gathering.   

Untuk informasi lebih jelasnya mengenai Halodoc langsung saja cek di sini  atau instagram Halodoc.       

Share:

1 komentar

  1. Aplikasi Halodoc bisa memudah kita mencari informasi ksehatan.

    ReplyDelete

Terimakasih sudah meluangkan waktu untuk mampir dan memberikan komentar di feriyana.com. Ditunggu lho, kunjungan dan komentar berikutnya.